ForexSignal88.com l Jakarta, 13/09/2017 – Dolar AS bertahan terhadap mata uang lain pada hari Rabu menjelang rilis data inflasi yang akan menjadi indikator penting untuk memperkirakan langkah Federal Reserve pekan depan. Selain itu pasar forex bergerak tipis karena para investor tetap berhati-hati dengan potensi terpendam dari ketegangan geopolitik terbaru AS dengan Korea Utara.

Sejauh ini sentimen greenback masih cukup tertopang karena Badai Irma tampaknya hanya menyebabkan kerusakan yang lebih sedikit daripada yang ditakuti sebelumnya dan hingga kini dunia berjalan tanpa adanya provokasi baru dari Korea Utara.

Irma, yang telah memukul Karibia pada akhir pekan lalu dan merupakan salah satu badai Atlantik terkuat, melemah dan berubah menjadi badai tropis, mengurangi kekhawatiran mengenai tingkat keparahan dampak keuangannya.

Secara terpisah, pelaku pasar tampaknya mengabaikan penolakan keras Korea Utara atas sanksi yang dijatuhkan oleh Dewan Keamanan PBB.

Dewan Keamanan memberi dengan suara bulat pada hari Senin setuju untuk meningkatkan sanksi kepada negara yang terisolasi tersebut sebagai tanggapan atas uji coba nuklir keenamnya.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa sanksi PBB adalah langkah yang sangat kecil dan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang sebenarnya harus terjadi untuk memerangi program nuklir rezim tersebut.

Safe haven yen dan franc Swiss bergerak tipis, dengan USD/JPY di 110,13 dan dengan USD/CHF di 0,9604.

Di tempat lain, EUR/USD juga sedikit berubah pada 1,1973, sementara GBP/USD turun 0,11% menjadi 1,3269 setelah data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran Inggris secara tidak terduga jatuh pada bulan Juli namun tingkat upah mencatat pertumbuhan yang lebih lemah dari yang diperkirakan.

Sebelumnya sterling  rally pada hari Selasa di tengah harapan bahwa pembacaan inflasi yang kuat hari itu akan mendorong Bank of England (BoE) untuk mengambil sikap yang lebih hawkish mengenai tingkat suku bunga.

Dolar Australia menguat, dengan AUD/USD naik 0,22% pada 0,7283, sementara NZD/USD hampir tidak berubah pada 0,7283.

Sementara itu, USD/CAD merosot 0,38% menjadi diperdagangkan di 1,2140.

Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan enam mata uang utama, sedikit berubah pada 91,84.

Sumber berita: ForexSignal88, Investing

Sumber gambar: How the Market Works

Share This

Berita Forex Lainnya

February 23, 2018

Dolar AS Bergerak Sideways Menjelang Data Jerman dan UK Serta Pidato Pejabat Fed

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Pergerakan dan potensi di pasar forex pada hari ini pada dasarnya tidak berubah. Dolar AS masih menjadi mata uang utama terkuat dalam sepekan terakhir. Namun, penguatan greenback tetap akan terbatas. Rebound dolar AS…
February 23, 2018

Yen dan Dolar Australia Memasuki Tahap Koreksi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback sedikit untuk memberikan tekanannya kepada mata uang utama Asia Pasifik, setelah semalam mengalami tekanan di…
February 23, 2018

Inilah Arti Defisit Kembar untuk Dolar dan The Fed

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Mengapa dolar AS begitu lemah meski imbal hasil obligasi Treasury sedang naik, jawabnya yang disebut oleh beberapa ekonom dunia bahwa kondisi kesalahan jatuh akibat dari adanya ‘double deficit’ atau defisit kembar.…
February 23, 2018

Dolar Kanada Melemah Tipis Karena Memburuknya Data Ritel

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Hinga Jumat menjelang siang ini dolar Kanada masih condong untuk melemah setelah kemarin sempat jatuh ke level terendah dua bulan terhadap mata uang AS setelah terlihat penurunan tajam dalam penjualan ritel domestik…
February 23, 2018

CEO Barclays Khawatir Volatilitas Pasar Berikutnya Bisa Berbahaya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – CEO Barclays, Jes Staley sedang khawatir dan langsung memperingaktkan investor dunia bahwa hentakan di pergerakan pasar yang akan datang bisa mendatangkan jenis krisis keuangan yang baru. Menurut Steley, hentakan…