ForexSignal88.com l Jakarta, 20/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin meneruskan penguatannya.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan kemarin, kondisi greenback memberikan tekanannya kepada beberapa mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1587, GBPUSD ditutup melemah di level 1,3172, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7375 dan USDJPY ditutup melemah di level 110,05.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1577, GBPUSD bergerak di level 1,3158, AUDUSD di level 0,7381 dan yen di level 109,88.

Sebelumnya di perdagangan kemarin, indeks dolar AS diperdagangkan membaik melanjutkan pergerakan sebelumnya yang meninggi mendekati level terbaik sejak 10 bulan terakhir berkat perang dagang di mana dengan adanya tarif baru maka inflasi akan meninggi dan dibutuhkan kenaikan suku bunga the Fed, dan membuat indeks dolar terus menguat.

Pergerakan yen dan Swiss franc juga positif dalam beberapa hari terakhir ini berkat dari perang dagang tersebut, karena investor sangat membutuhkan aset-aset pengaman investasinya. Meski hasil jajak pendapat Reuters berupa survei tankan di sektor manufaktur Jepang kurang menggairahkan hasilnya, masih tidak menutup mata bagi investor untuk mengoleksi yen.

Euro sendiri masih terus menghadapi tekanannya setelah Presiden ECB Mario Draghi semalam menyatakan bahwa bank sentral zona euro masih belum bisa memutuskan kapan waktu untuk menaikkan suku bunganya. Seperti kita ketahui bahwa pekan lalu, ECB memutuskan bahwa paket bantuan ekonominya akan segera berakhir akhir tahun ini, dan banyak pengamat berharap di akhir kuartal pertama tahun depan maka bank sentral zona euro ini sudah bisa mulai menaikkan suku bunganya pertama kalinya.

Namun nyatanya Draghi semalam berkata lain, bahwa ECB akan bersabar dalam mengetatkan kebijakan moneternya, sehingga ini membuat euro hingga pagi ini kurang bergairah.

Poundsterling sendiri juga masih terus hadapi tekanan berkat beberapa data ekonomi Inggris kurang begitu bergairah. Dolar Australia sempat hadapi tekanannya setelah masalah perang dagang dan jatuhnya harga minyak.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters

Share This

Berita Forex Lainnya

November 19, 2018

Clarida dan Kaplan Bikin Dolar AS Tertekan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/11/2018 – Hingga Senin pagi dolar AS masih berupaya bertahan setelah pada sesi penutupan pekan lalu melemah terhadap semua rivalnya pada hari Jumat (16/11). Depresiasi greenback terjadi setelah terdengar komentar penuh…
November 19, 2018

AS : Pelaku Pasar Mendadak Skeptis Bunga The Fed Naik Bulan Depan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/11/2018 – Sebuah hal yang cukup mengejutkan datang pada akhir pekan kemarin. Secara mendadak, investor menjadi skeptis bahwa The Federal Reserve selaku bank sentral AS akan menaikkan suku bunga acuan pada bulan depan. Mengutip…
November 16, 2018

Brexit Hantam Sterling, Greenback Stabil

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Pound sterling terdesak pada Kamis (15/11) setelah beberapa menteri Inggris mengundurkan diri sebagai protes terhadap rancangan perjanjian Brexit, menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap potensi hard Brexit…
November 15, 2018

Kabar Brexit Kembali Memicu Aksi Lepas Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/11/2018 – Dolar AS terpaksa melepas lagi sebagian kendalinya pada perdagangan forex di hari Rabu (14/11) menyusul data inflasi AS yang stabil dan lonjakan pound sterling setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May mendapatkan…
November 14, 2018

Kabar Brexit Dorong Euro dan Sterling Pukul Balik Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Dolar AS melemah terhadap rivalnya pada sesi perdagangan Selasa (13/11), di tengah lonjakan pound sterling setelah Uni Eropa (UE) dan Inggris menyepakati teks rancangan perjanjian penarikan diri Inggris dari blok UE…