ForexSignal88.com l Jakarta, 11/01/2018 – Pada perdagangan hari ini sepertinya dolar AS atau greenback kemungkinan besar ingin meraih kembali sisi penguatannya dengan berharap bahwa data-data ekonomi AS bisa membaik dan Trump tidak berulah lagi serta China tidak akan menunda atau mengurangi pembelian obligasi AS.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan kemarin, kondisi greenback mengalami tekanan dari mata uang utama dunia lainnya dan emas, khususnya yen, sehingga hal ini mengakibatkan EUR/USD ditutup menguat di level 1,1947, GBP/USD ditutup melemah di level 1,3505, AUD/USD ditutup menguat di level 0,7840 dan USD/JPY ditutup melemah di level 111,41. Sekaligus membuat harga emas kontrak Februari di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup menguat $3,90 atau 0,30% di level $1317,60 per troy ounce.

Faktor pengurangan pembelian kembali aset-aset jangka panjang Jepang oleh Bank of Japan dan beredarnya kabar angin atau rumor atas penundaan pembelian atau pengurangan pembelian surat hutang AS yang dilakukan China, membuat semua arah perdagangan berubah sehingga memberi efek panik sejenak.

Faktor akan mulai dikuranginya paket-paket bantuan ekonomi seperti yang dilakukan bank-bank sentral dari Jepang, Uni Eropa dan Inggris, tentu memberi kesan ke China bahwa kondisi ekonomi negara-negara tersebut di atas juga sudah mulai menunjukkan kebangkitannya sehingga Beijing akan berpikir untuk mulai menyebar investasinya sebagai perwujudan dari pepatah yang bijak yaitu “janganlah meletakkan roti di keranjang yang sama”.

Tentu hal ini merupakan upaya pencegahan dolar AS untuk menguat lebih besar dimana pihak The Fed sendiri sepertinya masih enggan membuat keputusan darurat dan lebih senang dengan nilai dolar AS yang melemah sehingga neracanya membaik. Kami melihat bahwa upaya China ini juga merupakan jawaban atas fokus kerja The Fed yang mulai mengurangi defisit neracanya dimana sebagian besar surat hutangnya akan dijual kembali.

Keyakinan dolar AS masih bisa melawan atau menguat kembali dengan dukungan sentimen positif investor melihat sisi pemotongan pajak yang baru bahwa bisa menaikkan inflasi AS di tahun ini dengan cepat setelah pekerja mendapatkan kenaikan upah dan tambahan bonus sebagai dampak langsung reformasi fiskal tersebut. Inflasi yang selalu dikeluhkan pejabat The Fed mungkin akan segera mendekati angka 2% sesuai targetnya, dimana akhir pekan ini akan dirilis dengan perkiraan akan membaik.

Namun sisi sepak terjang Trump harus tetap diperhatikan serius setelah diperkirakan sanksi ekonomi baru ke Iran dan ancaman keluarnya AS dari NAFTA bisa mempengaruhi hati investor. Persoalan sanksi dan perjanjian perdagangan tersebut memang akan mengubah arah dolar AS yang tidak bagus, apalagi nanti malam ada data inflasi produsen dan klaim pengangguran mingguan AS.

Klaim pengangguran mingguan sepertinya masih buruk sebagai dampak dari kurang bersahabatnya cuaca di AS. Sedang inflasi produsen tampaknya akan meninggi karena beberapa biaya tetap atau fixed cost bahan baku industri mengalami kenaikan termasuk upah tenaga kerja.

Bicara tentang ekonomi AS memang masih ada harapan terhadap penguatan mata uangnya, namun Bank of England dan Bank of Canada kemungkinan besar akan mengikuti jejak The Fed untuk menaikkan suku bunganya juga di tahun ini. BoC mungkin menaikkan suku bunganya di bulan ini, BoE di akhir semester pertama dan The Fed di rapat bulan Maret. Untuk European Central Bank dan Bank of Japan sepertinya baru di semester kedua tahun ini atau awal tahun bisa naik suku bunganya, disertai pula kemungkinan besar Swiss National Bank juga akan mengakhiri suku bunga negatifnya di pertengahan tahun depan.

Analisa Teknikal Harian – 11 Januari 2018

EUR/USD

EUR/USD sempat menanjak cepat ke 1.2018 pada sesi Rabu namun terpaksa mundur lagi hingga berakhir positif 1.1948 atau hanya naik tipis 0,09% dari penutupan sesi Selasa.

EUR/USD sedang di dalam fase konsolidasi yang memungkinkan terjadinya pergerakan bolak-balik dengan mudah. Hari ini potensi masih sama, EUR/USD cenderung melanjutkan konsolidasi tersebut dengan potensi kisaran pergerakan 1.1916 hingga 1.2018.

1EURUSDDaily11118

USD/JPY

Pergerakan turun USD/JPY kemarin terbilang luar biasa. Pair tersebut berakhir negatif 1,07% di 111.42 dan telah menembus uptrend line jangka menengah seperti terlihat pada grafik harian.

Hari ini ada potensi rebound namun selama USD/JPY tidak dapat menembus resistance kuat pada grafik 4-jam yang pagi ini berada di 112.00 maka potensi turun akan tetap terjaga dengan target-target di 111.25, 111.00 dan 110.83.

2USDJPYDaily11118

GBP/USD

GBP/USD tertekan lagi kemarin sehingga pair ini berakhir turun 0,24% di 1.3507. Untuk sementara waktu dua support kuat pada grafik harian di 1.3494 masih menahan tekanan jual meskipun kemarin GBP/USD sempat sejenak berada di bawahnya.

Apabila zona support itu bertahan, GBP/USD dapat rebound dan melanjutkan konsolidasi di kisaran yang sama sejak 3 Januari. Sebaliknya jika ditembus GBP/USD berisiko untuk turun ke target berikutnya di 1.3457 dan 1.3420.

Resistance intraday terdekat berada di 1.3523 dan 1.3563.

3GBPUSDDaily11118

AUD/USD

Pada Kamis pagi AUD/USD bergerak naik melanjutkan hasil penutupan positif 0,24% yang diraih pada akhir sesi Rabu. Pair ini berpeluang bagus untuk segera menguji zona resistance 0.7873-0.7884, sebuah area krusial bagi tren jangka pendek.

Jika ditembus, resistance itu akan membuka jalan bagi AUD/USD untuk naik ke target berikutnya di 0.7915 dan 0.7932. Sebaliknya jika terbukti bertahan, zona resistance tersebut dapat memicu aksi jual dan memaksa AUD/USD untuk terus bergerak sideways di atas zona support kuat 0.7810/00.

4AUDUSDDaily11118

XAU/USD

Meskipun sempat menanjak ke 1327.60, pada akhir sesi Rabu harga emas (XAU/USD) berbalik ke selatan hingga ditutup positif 0,29% di 1316.20.

Meningat pola pergerakan harga yang terlihat kemarin, hari ini harga emas masih tetap cenderung untuk melanjutkan konsolidasi jangka pendek dengan kisaran 1307.00 hingga 1328.60.

Sedikit potensi ke arah atas pada kerangka waktu intraday terlihat di pagi ini dan akan tetap terjaga, walaupun mungkin akan tertahan di area resistance kuat tersebut, selama simple moving average 200-jam di area 1311.00 tetap bertahan.

5XAUUSDDaily11118

Sumber analisa: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, MetaTrader4, Reuters

Sumber gambar: Vietstok Vietnam

Share This